Sejarah Reformasi Di Indonesia

Sejarah Negara Indonesia di Era Reformasi Hingga Hari Ini

Sejarah Indonesia dimulai sejak era prasejarah saat migrasi manusia dari Yunan. Setelah itu, masa kerajaan dimulai dari kemunculan kerajaan Kutai di Kalimantan hingga beberapa kerajaan lain di berbagai wilayah Indonesia. Perkembangan berikutnya adalah masa kolonial Belanda dan kemerdekaan. Setelah itu, Indonesia masuk era Orde Lama yang dipimpin oleh presiden Sukarno. Era tersebut berakhir di tahun 1965 dan digantikan Presiden Soeharto yang memimpin selama 32 tahun.

Krisis Ekonomi Dan Reformasi

Salah satu momentum krusial bangsa Indonesia adalah reformasi. Setelah berkuasa lebih dari 30 tahun, presiden Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998. Saat itu, kondisi sosial, politik, dan ekonomi sedang tidak stabil. Seperti yang diketahui bersama, masalah ekonomi menjadi pemicu karena krisis besar sedang melanda Asia. Selain Indonesia, krisis juga menjangkau Asia Tenggara dan Timur. Banyak negara kehilangan pendapatan dan stabilitas ekonomi terganggu. Sumber krisis masih menjadi spekulasi karena informasi dari satu dan lainnya tidak ada kesepakatan. Secara umum, keadaan seperti ini berawal dari pasar modal. Krisis bermula dengan kenaikan nilai dolar lalu berdampak ke sektor lain.

Apabila krisis finansial ini bisa cepat selesai, gejolak ekonomi mungkin tidak akan terasa. Namun, pihak reformis merasa bahwa inilah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Mereka berpendapat bahwa 30 tahun lebih di bawah presiden yang sama tidak memberikan kemajuan signifikan. Keberhasilan presiden Soeharto adalah menjaga stabilitas keamanan sehingga banyak investor berhasil menanamkan modal. Disisi lain, hal tersebut harus dibayar dengan beberapa opresi terutama informasi dan pers serta sentralisasi kepemimpinan. Beberapa kali melakukan pemilu tetapi hasilnya masih sama karena orang-orang yang duduk di pemerintahan tidak banyak berubah.

Presiden kedua Soeharto pulang dari Kairo lalu segera melakukan konsolidasi untuk menjaga keamanan. Ibukota menjadi lebih tegang karena isu sekecil apapun akan berdampak besar. Selain itu, demonstrasi mahasiswa dan rakyat juga mulai meningkat intensitasnya hingga mampu menduduki gedung MPR. Karena situasi tersebut, tahun 1998 merupakan peristiwa bersejarah karena presiden Soeharto mengundurkan diri lalu digantikan dengan wakil yang menjadi presiden ketiga yaitu BJ Habibie.

Perkembangan Indonesia Setelah Reformasi

Presiden ketiga Habibie berusaha menjaga stabilitas keamanan dan memulihkan krisis. Prestasinya adalah dolar yang meninggi lalu kembali turun hingga berada di level stabil. Selain itu, presiden yang baru juga berjasa meyakinkan rakyat agar tetap tenang serta tidak melakukan hal tidak diinginkan. Tahun 1999, pemilu digelar yang diikuti 48 partai politik. Beberapa dari mereka merupakan partai baru yang berhasil bertahan hingga sekarang. Hasil pemilu adalah memilih presiden keempat Abdurrahman Wahid dan wakil presiden Megawati Soekarnoputri.

Tugas presiden baru tersebut sangat berat terutama menyelesaikan masalah konflik etnis dan suku di beberapa provinsi. Seperti yang telah diketahui bersama, Indonesia melepas Timor Timur setelah hasil referendum memutuskan rakyat di provinsi tersebut ingin melepas diri dari Indonesia. Peristiwa sejarah ini juga menjadi catatan penting pada periode reformasi. Gangguan keamanan masih berlangsung meskipun konflik di Timor sudah mereda. Selanjutnya, presiden juga mengubah status Aceh dan berusaha melakukan perundingan terhadap pihak yang bertikai. Selanjutnya, presiden Abdurrahman Wahid menghapus aturan yang dianggap menghalangi HAM dan kebebasan berpendapat. Salah satu yang sangat diapresiasi adalah melegitimasi budaya Tionghoa yang sebelumnya sangat dibatasi.

Pemerintahan presiden keempat berlangsung singkat yaitu hanya sampai tahun 2002. Laporan pertanggung jawaban presiden tidak diterima MPR. Mereka segera melengserkannya dan wakil presiden secara otomatis menjadi presiden kelima. Megawati Soekarnoputri merupakan presiden wanita pertama di Indonesia. Di masa pemerintahan presiden kelima, Indonesia masih tetap berjuang untuk pulih dari krisis. Beberapa aspek ekonomi sudah berjalan normal dan masyarakat mulai terbiasa dengan kehadiran presiden baru. Beberapa lembaga penting dibentuk termasuk KPK untuk menangani kasus korupsi secara nasional dan daerah.

Di tahun 2004, Indonesia mengadakan pemilu langsung untuk pertama kali. Hasilnya adalah presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Yang menarik, pemilihan presiden ini diselenggarakan secara langsung yaitu one man one vote. Era reformasi masih terus berjalan hingga 10 tahun kepemimpinan presiden keenam tersebut berakhir di tahun 2014 lalu digantikan presiden ketujuh Joko Widodo lalu terpilih kembali di tahun 2019 dengan pemilu langsung.

Jika melihat alur sejarah reformasi, banyak peristiwa penting yang mudah teridentifikasi. Kemajuan teknologi dan kebebasan pers merupakan cikal bakal pembentukan periode sejarah reformasi tersebut. Akan tetapi, masa sejarah sebelumnya masih menjadi tanda tanya besar. Legitimasi Orde Baru adalah supersemar yang kini masih simpang siur karena tidak ada bukti otentik. Hal tersebut berbeda dengan teks proklamasi yang secara nyata tersimpan. Periode sejarah Indonesia masih berlanjut hingga saat ini bahkan apa yang terjadi beberapa hari lalu juga merupakan bagian dari sejarah yang akan terus dikenang hingga generasi berikutnya.